in ,

Risma Marah Besar Depan Demonstran : Tega Sekali Kamu Hancurin Kota Saya !

walikota surabaya
Risma Marah Besar Depan Demonstran : Tega Sekali Kamu Hancurin Kota Saya !

Jatih.Com – Puluhan ribu pendemo di Gedung Negara Grahadi penuhi Surabaya dan merusak fasilitas umum. Akibat kekacauan itu, Kota Pahlawan rusak dan hancur.

Banyak fasilitas umum hingga tanaman dihancurkan pendemo. Seperti pagar Gedung Negara Grahadi, lampu-lampu Alun-alun Suroboyo, bola-bola terbuat dari semen di pinggir jalan, rambu-rambu lalu lintas, pedestrian yang dihancurkan hingga area depan Taman Aprasi juga dirusak.

Baca juga : Tanggapan Resmi Pemerintah Sikapi Demo Ricuh Tolak Omnibus Law !

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini marah besar lantaran para demonstran merusak fasilitas publik.

Demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis 8 Oktober 2020, di Surabaya berlangsung hingga malam dan berujung anarkis dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak.

Diketahui, para pendemo di Surabaya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka meminta pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo.

Risma yang melakukan peninjauan tak kuasa membendung amarah ketika melihat banyak fasilitas rusak berat.

Kepada pendemo yang diamankan polisi, Risma ngamuk dan bertanya berasal darimana.

https://jatih.com/gedung-grahadi-jebol-di-barat-dan-timur-surabaya-bentrok/Baca juga : Gedung Grahadi Jebol di Barat dan Timur, Surabaya Bentrok !

“Tega sekali kamu, saya setengah mati bangun kota ini, kamu yang hancurin,” kata Risma dikutip dari RRI.

Risma juga sempat bertanya kepada salah seorang demonstran asal Lamongan tentang alasannya ikut demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya.

“Kamu tahu apa itu UU Omnibus Law?,” tanya Risma.

“Tahu bu, undang-undang, tapi saya enggak hafal,” jawab pemuda tersebut.

Kepolisian Surabaya langsung membawa para pemuda itu untuk diproses lebih lanjut.

Usai memarahi sekelompok pemuda ditangkap polisi, Risma melalukan bersih-bersih dengan memunguti sampah di sebagian Jalan Gubernur Suryo sampai ke pertigaan Jalan Tunjungan Surabaya.

Risma memunguti sampah yang dipenuhi botol air mineral, dan batu di sepanjang jalan tersebut. Dia didampingi Satuan Linmas dan Satpol PP Kota Surabaya.

Seperti diberitakan, polisi melakukan pembubaran paksa aksi demonstrasi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya, Kamis pukul 15.30 WIB. Tepatnya, ketika massa mulai bertindak anarkis merusak lampu penerangan jalan dan menjebol pagar Gedung Negara Grahadi sisi selatan.

Saat mobil water canon bergerak, ratusan polisi yang berada di dalam halaman Gedung Grahadi juga mulai membubarkan massa. Sumber : pikiranrakyat

deface situs dpr

Usai Deface Situs DPR jadi DEWAN PENGHIANAT RAKYAT, Kondisi Situs DPR kembali Normal !

lpi

Apa Perbedaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) di Omnibus Law ?