in

Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar

Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar
Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar

JATIH.COM – Saat ini trend menanam hidroponik sedang di gemari. Termasuk budidaya selada bisa Anda lakukan dengan teknik hidroponik. Teknik ini sangat cocok bagi Anda yang tidak mempunyai pekarangan luas. Maka dari itu kita akan membagikan Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar.

Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar

Umumnya, ada 4 tahap yang perlu diperhatikan saat Semai Selada Hidroponik, yaitu penyemaian, penanaman, perawatan dan panen.

1. Persiapan

Pemilihan benih Selada:

Ada beberapa benih selada varietas terbaik yang direkomendasikan untuk Anda. Dan bisa anda sesuaikan dengan lokasi anda akan menanam selada hidroponik.

Diantaranya Grand Rapids yaitu benih selada yang baik untuk ditanam pada dataran rendah, menengah dan tinggi.

Selain itu, masih ada benih selada iceberg yang juga cocok ditanam di berbagai kondisi ketinggian.

Jika Anda menginginkan benih untuk dataran menengah dan rendah, maka pilih saja Kriebo.

Selain benih selada, peralatan lain yang dipersiapkan berupa peralatan untuk hidroponik, mulai dari nutrisinya, netpot, paralon, dan sebagainya.

2. Penyemaian

Ambil beberapa benih Selada untuk disemai. Hal ini tergantung kapasitas produksi Anda. Jika masih tahap belajar jangan terlalu banyak dulu, sesuaikan dengan kapasitas.

Pada contoh kali ini kita akan menanam sekitar 30an benih selada. Oleh karena itu, pada penyemaian dilebihkan sekitar 40an.

Alat dan bahan penyemaian selada hidroponik yang dibutuhkan, sebagai berikut:

  • Wadah/mangkuk berukuran sekitar 10 x 10 cm.
  • Nampan/baki/tray semai
  • Rockwool
  • Tusuk gigi
  • Pinset
  • Air
  • Benih selada

Tahapannya sebagai berikut:

  • Pertama, ambil wadah/mangkuk kecil.
  • Kedua, isi wadah/mangkuk tersebut dengan air biasa (air sumur, air tanah, atau air AC) sebanyak 3/4.
  • Ketiga, masukkan benih-benih selada ke dalam wadah/mangkuk berisi air tersebut.
  • Tunggu hingga 12-24 jam.
  • Setelah 12-24 jam benih akan pecah (sprout).
  • Keempat, ambil dan iris rockwool dengan ukuran sekitar 2,5 x 2,5 x 2,5 cm dan lubangi sekitar 1cm menggunakan tusuk gigi (seperti gambar).
  • Kelima, letakkan rockwool pada baki. Lalu, masukkan benih-benih tersebut pada rockwool.
  • Keenam, basahi rockwool dengan air biasa (air sumur, air tanah, atau air AC) dalam kondisi lembab, tidak terlalu basah maupun kering.
  • Ketujuh, taruh di tempat yang terkena paparan sinar matahari.
  • Tunggu hingga benih tersebut berkembang dan memiliki daun lebih dari 3. Biasanya tahapan ini berlangsung selama 10 hari.
    • Umur 3 HSS (hari setelah semai) daun akan mulai tampak.
    • Umur 7 HSS tunas sejati atau daun ke-3 mulai tumbuh.
    • Umur 10 HSS selada siap untuk dipindahtanamkan.

Hal yang perlu untuk diperhatikan pada proses penyemaian Selada adalah keadaan air pada baki dan kelembapan rockwool. Bila kurang lembab maka tambahkan air.

Setelah 10 hari, bagaimana bila dari benih-benih yang ada tidak tumbuh sebagaimana benih yang lainnya?

Untuk kasus ini, Anda cukup memindah tanamkan selada-selada yang telah memiliki daun lebih dari 2.

Bila ada yang kurang sebaiknya tidak dipindah tanamkan, eliminasi saja (dibuang). Hal ini bisa saja benih tersebut tidak sebagus lainnya.


3. Persiapan Selada Sistem Hidroponik

Selama 10 hari menjelang benih dipindahtanamkan, disamping memperhatikan kelembapan rockwool, Anda bisa mulai membuat instalasi sistem hidroponik.

Sistem hidroponik untuk selada yang biasanya digunakan oleh petani hidroponik adalah NFT (Nutrient Film Technique).

Sistem NFT

Untuk pembuatan sistem NFT selengkapnya akan kami bahas pada konten berikutnya.

Sistem Wick

Namun, untuk permulaan sistem ini lumayan banyak mengeluarkan modal. Sebagai alternatifnya, Anda bisa mencoba menanam hidroponik menggunakan sistem wick.

Alat dan bahan untuk pembuatan sistem wick seperti gambar di atas, yakni:

  • Baki
  • Plastik impra
  • Netpot
  • Kain flanel sebagai sumbu (warna hijau)
  • Cutter

Sistem Wick yang Lebih Sederhana

Selain itu, Anda bisa pula membuat sistem wick hidroponik yang lebih sederhana dengan modal botol mineral. Ini panduannya:

  • Potong botol air mineral menjadi 2 bagian.
  • Iris sisi botol untuk memasukkan sumbu (kain flanel) di kanan maupun kiri..
  • Setelah bagian atas botol diiris maka tumpuk kedua bagian botol tersebut dimana tutupnya diarahkan ke bawah. Jadi, setelah ditumpuk nanti susunan botol menyerupai corong yang dimasukan ke gelas.
  • Selesai.

4. Pemindahan ke Sistem Hidroponik

Setela mencapai usia 10 hari, saatnya pemindahan ke sistem hidorponik yang sebelumnya telah kita buat (wick/NFT/DFT).

  • Pisahkan masing-masing rockwool.
  • Masukkan rockwool tersebut pada netpot atau gelas mineral bila menggunakan sistem wick yang lebih sederhana.
  • Untuk sistem wick, pastikan bahwak rockwool menyentuh kain flanel.
  • Isi bak sistem hidroponik dengan air nutrisi 500 ppm. Jumlah ini setara dengan 2,5 liter nutrisi A dan B serta 1 liter air. Nilai ini dipertahankan hinga 12 HST (hari setelah tanam atau pemindahan ke sistem hidroponik).
  • Setelah 12 HST naikkan kadar kepekatan menjadi 1000 ppm.
  • Setelah memasuki 20 HST naikkan kadar kepekatan menjadi 1200 ppm. Nilai ini tetap hingga masa panen tiba.

5. Pembesaran dan Perawatan

selada hidroponik
Photo by Jatuphon Buraphon from Pexels

Lakukanlah pengecekan setiap harinya atau 2 hari sekali. Pengecekan biasanya meliputi, pengecekan kadar ppm air nutrisi, kebersihan bak nutrisi, dan pertumbuhan dari akar.

Anda cukup memperhatikan perkembangan fisik tanaman dan memastikan nutrisinya tercukupi. Sebagai contoh, jika ada daun yang gugur atau menguning, Anda bisa memotongnya.

Tujuannya adalah agar penyakit tersebut tidak menjalar ke bagian tanaman lainnya.

6. Waktu Panen

Tiga puluh hingga 40 hari setelah tanam maka masa panen tiba. Waktu yang Anda tunggu-tunggu untuk menikmati hasil kerja keras menanam selada.

Bagaimana bila proses panen melewati masa 30-40 HST?

Biasanya, ini akan menyebabkan rasa dari selada pahit.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Selada merupakan tanaman yang rentan terserang hama dan berbagai penyakit lainnya.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka dapat menyebabkan pertumbuhannya terganggu bahkan bisa berakibat kematian.

Cara termudah untuk mengendalikan hama dan penyakit adalah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati.

sumber: budidaya.id

Demikian tentang Panduan Cara Semai Selada Hidroponik Yang Benar. Semoga bermanfaat.

Kode Redeem Pubg Mobile 6 Oktober 2020

Kode Redeem Pubg Mobile 5 Oktober 2020

Terbaru Kode Redeem Genshin Impact Oktober 2020 dan Buruan Klaim Hadiahnya