in

Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula
Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Panduan Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula terlengkap bagi Anda yang baru mengenal hidroponik. Disini akan dikupas mulai dari : media tanam, metode, hingga cara menanam aneka hidroponik.

Cara ini, hidroponik, sangat efektif digunakan di lahan sempit, tanpa tanah, lebih higienis, dan hasil yang memuaskan.

Cara Menanam Hidroponik

Setelah mengetahui beragam media yang digunakan, selanjutnya ada beberapa tahapan dalam hal penanaman dengan sistem hidroponik.

Secara umum, terdapat 3 langkah menanam dengan hidroponik, yakni:

  • Penyemaian Bibit
  • Pembesaran
  • Panen

Untuk penyemaian bibit dilakukan pada media tanam yang diberi nutrisi, dilanjutkan dengan pembesaran pada sistem hidroponik (aeroponics, NFT, sistem drip, dan lainnya), lalu panen. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Persiapan Menanam Hidroponik

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menanam hidroponik yaitu persiapan alat, bahan, dan instalasi sistem hidroponik.

Alat dan bahan juga tergantung dengan sistem hidroponik yang dipilih. Namun, secara umum alat yang perlu disiapkan, diantaranya:

  • Pipa paralon 3/4 atau baki: sebagai wadah netpot nantinya.
  • Aerstone: sebagai penghasil oksigen di air.
  • Aerator
  • Slang aerator
  • Pisau cutter
  • PH meter digital
  • TDS meter digital
  • Kain flanel/sumbu (untuk sistem hidroponik sumbu)
  • Sumber listrik
  • Media tanam
  • Tray semai
  • Tusuk gigi

Setelah alat dan bahan disiapkan langkah berikutnya instalasi sistem hidroponik. Pembahasan mengenai proses instalasi ini akan kami buatkan konten khusus.

Langkah berikutnya yakni menentukan lokasi yang pas saat bertanam.

Pilihlah tempat yang suhunya mendukung, bersih, dan terbebas dari bermacam limbah dan sampah.hal tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya bakteri.

Setelah instalasi selesai berikutnya berupa pemilihan dan penyemaian benih/bibit.

2. Pemilihan Bibit

Plih benih yang sudah siapa ditanam.

Rendam bibit selama 5 menit. Kemudian, akan ada benih yang mengapung dan tenggelam. Benih yang kurang baik yaitu benih mengapung di atas permukaan air. Benih tersebut sebaiknya tidaklah ditanam atau dibuang saja.

Sementara benih yang tenggelam baik untuk ditanam. Namun, jika ingin lebih praktis Anda dapat membeli benih yang siap tanam saja.

3. Penyemaian Bibit

Dalam hal penyemaian bibit beberapa hal yang harus disiapkan, diantaranya:

  • Media tanam, disarankan rockwoll.
  • Benih tanaman.
  • Pemotong rockwoll, misalnya pisau cutter.
  • Air dan nutrisi.
  • Tusuk gigi.
  • Tray semai.

Setelah terkumpul mulailah proses penyemaian, tahapannya sebagai berikut:

  • Siapkan media tanam (rockwoll) yang telah dipotong dengan ukuran sebesar 2,5cm x 2,5 cm x 2,5cm.
  • Beri rockwoll dengan air hingga lembab.
  • Letakkan rockwoll pada tray semai serta lubangkan rockwoll dengan tusuk gigi.
  • Masukkan benih pada lubang rockwoll tersebut.
  • Siram rockwoll dengan air di pagi hari dan taruh di daerah yang ada sinar matahari.
  • Setelah tunas tumbuh (biasanya 7-10 hari) maka pindahkan rockwoll pada netpot. Lalu, letakkan pada sistem hidroponik.
  • Sangat disarankan menggunakan air tanah atau air sumur karena ppmnya mendekati 0 yang bagus untuk pertumbuhan benih hidroponik.

4. Pembesaran pada Sistem Hidroponik

Benih yang ditanam pada rockwoll setelah bertunas maka dipindahkan ke netpot.

Lalu, netpot tersebutlah yang akan ditaruh pada sistem hidroponik yang telah Anda buat, bisa DFT, NFT, sistem drip, FHS, aeroponics, atau sistem sumbu.

Kemudian, tinggal melakukan perawatan dan pemberian nutrisi hingga panen.

5. Pembuatan Nutrisi

Dalam hal pembesaran tanaman pada sistem hidroponik haruslah senantiasa diberi nutrisi pada air yang dialirkan pada akar-akar tanaman.

Pada toko-toko hidroponik biasanya terdapat nutrisi pada dengan nama AB-MIX, satu kemasan dengan nama A dan kemasan lainnya B. Kedua hal inilah yang akan kita campurkan untuk nutrisi si tanaman.

Berikut cara memadukannya:

  • Siapkan 2 botol air mineral 500ml
  • Isi dengan air sebanyak 500ml
  • Beri tanda pada batas air
  • Sisishkan 1/3 bagian airnya pada wadah lainnya
  • Masukkan nutrisi A dan B pada masing-masing botol
  • Kocong hingga larut
  • Masukkan kembali 1/3 air yang telah disisihkan tadi sampai batas tanda yang telah dibuat pada langkah ke-3.

Namun, alternatif lain bila tidak ingin meramu sendiri Anda bisa membeli nutrisi yang telah jadi di toko-toko pertanian atau toko khusus hidroponik.

6. Perawatan Tanaman

Tahapan terakhir yang perlu diperhatikan saat menanam dengan hidroponik yaitu perawatannya.

Lakukan pengecekkan kondisi tanaman secara rutin, seperti kondisi debit air, kelancaran pipa, dan kebersihan lingkungan.

Nah untuk tanaman jenis sayur sebaiknya lakukan proses perawatan sampai masa panen tiba. Namun, bila tanaman hias perawatannya untuk menjaga keindahan tanaman supaya tidak  rusak.

7. Panen

Caranya tinggal menarik keluar netpot dari sistem hidroponiknya., Gampang sekali kan?

Demikian artikel tentang Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula. Semoga bermanfaat.

Terbaru Kode Redeem Genshin Impact Oktober 2020 dan Buruan Klaim Hadiahnya

Fitur Rich Communication Services (RCS)

Tanpa Pulsa Berkurang, Fitur Rich Communication Services (RCS) merubah SMS jadi Pesan Seperti WhatsApp.